Mewaspadai Tanda-Tanda Awal Penyakit
Diabetes
Dalam banyak
kasus, biasanya orang tak menyadari bahwa dirinya tengah mengidap penyakit
tertentu. Tentu hal tersebut tak mengherankan karena pada medio awal, datangnya
sebuah penyakit seringkali tak menunjukkan tanda-tanda signifikan yang bisa
langsung dideteksi.
Dalam konteks ini,
kewaspadaan dan sikap “sedia payung sebelum hujan” mesti benar-benar diterapkan
jika ingin tubuh Anda benar-benar terbebas dari serangan berbagai penyakit.
Mungkin Anda akan
sedikit tak menghiraukan ketika hasil cek darah Anda menunjukkan adanya
kenaikan kadar gula darah. Biasanya banyak orang yang kurang peka bahwa
sebetulnya kenaikan gula darah tersebut (meskipun tak begitu mencolok) bisa
menjadi penanda awal (atau yang sering disebut dengan pre-diabetes) datangnya
penyakit diabetes.
Mereka masih saja
mengonsumsi makanan yang dapat menaikkan kadar gula darah, jarang berolahraga,
dan lainnya karena menganggap bahwa hasil cek kesehatan tersebut masih biasa.
Padahal ketika
seseorang memasuki masa pre-diabetes ketahuilah bahwa sebetulnya tubuh tengah
berjuang memproses glukosa yang didapatkan dari makanan yang dikonsumsi.
Organ pankreas
memproduksi insulin untuk memproduksi glukosa yang sangat diperlukan oleh sel
darah. Namun, sel yang seharusnya mampu menyimpan glukosa tersebut mengalami
gangguan, pada akhirnya glukosa tersebut malah masuk ke dalam aliran darah.
Orang yang
mengalami pre-diabetes memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan
jantung, stroke, dan juga gangguan mata, termasuk juga peningkatan
resiko penyakit diabetes sendiri.
resiko penyakit diabetes sendiri.
Jika prosesnya
dibiarkan terus berlanjut maka kemungkinan besar akan terus berkembang menjadi
diabetes dan pada akhirnya menyebabkan gangguan organ tubuh lainnya. Dalam
sebuah hasil penelitian, ditemukan bahwa orang-orang di Amerika Serikat yang
mengalami pre-diabetes jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan penderita
diabetes yang mencapai angka 23 jutaan.
Adapun angka kadar
gula darah mereka setelah berpuasa ialah antara 100-125 miligram per desiliter
(mg/dl). Dan lebih dari 12 juta jiwa diantaranya mengalami masalah kelebihan
bobot tubuh.
Berbeda dengan
mereka, orang-orang yang memiliki hasil tes pre-diabetes yang mampu menurunkan
berat badannya berjumlah sekitar 7% dan dalam setiap harinya melakukan
aktifitas fisik minimal selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu
ternyata mampu mencegah terjadinya penyakit diabetes.
Begitu juga fakta
yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mampu mengubah kebiasaan hidupnya
ternyata mampu mengerem resiko terkena penyakit diabetes tipe-2 sampai 60%.
Bahkan sebagian orang ternyata mampu mengembalikan kadar gula darah ke keadaan
normal seperti semula.
Jika prosesnya
dibiarkan terus berlanjut maka kemungkinan besar akan terus berkembang menjadi
diabetes dan pada akhirnya menyebabkan gangguan organ tubuh lainnya. Dalam
sebuah hasil penelitian, ditemukan bahwa orang-orang di Amerika Serikat yang
mengalami pre-diabetes jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan penderita
diabetes yang mencapai angka 23 jutaan.
Adapun angka kadar
gula darah mereka setelah berpuasa ialah antara 100-125 miligram per desiliter
(mg/dl). Dan lebih dari 12 juta jiwa diantaranya mengalami masalah kelebihan
bobot tubuh.
Berbeda dengan
mereka, orang-orang yang memiliki hasil tes pre-diabetes yang mampu menurunkan
berat badannya berjumlah sekitar 7% dan dalam setiap harinya melakukan
aktifitas fisik minimal selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu
ternyata mampu mencegah terjadinya penyakit diabetes.
Begitu juga fakta
yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mampu mengubah kebiasaan hidupnya
ternyata mampu mengerem resiko terkena penyakit diabetes tipe-2 sampai 60%.
Bahkan sebagian orang ternyata mampu mengembalikan kadar gula darah ke keadaan
normal seperti semula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar